Menang Lotre Rp150 Miliar, Kembali Naik Bus: Kisah Sharon Tirabassi

Pada 2004, seorang perempuan muda dari Hamilton, Kanada, bernama Sharon Tirabassi memenangkan lotre senilai sekitar 10,5 juta dolar Kanada — kira-kira Rp150 miliar dengan kurs saat itu. Kurang dari sepuluh tahun kemudian, ia kembali naik bus umum untuk berangkat kerja. Kisahnya jadi salah satu contoh paling sering dikutip tentang apa yang bisa terjadi ketika uang datang lebih cepat daripada kesiapan mengelolanya.
Ketika hidup berubah dalam semalam
Sebelum menang, Sharon hidup pas-pasan. Tiba-tiba ia memegang uang yang lebih banyak daripada yang bisa dihasilkan kebanyakan orang seumur hidup. Yang terjadi berikutnya terdengar familiar: rumah besar, mobil-mobil mahal, pakaian bermerek, pesta, perjalanan mewah, dan pinjaman serta hadiah untuk teman dan keluarga.
Tidak ada satu momen dramatis yang menghabiskan semuanya. Justru sebaliknya — uang itu bocor pelan-pelan lewat ratusan keputusan yang masing-masing terasa kecil dan wajar saat itu. Membelikan ini untuk teman, meminjamkan itu untuk saudara, mengganti yang lama dengan yang baru. Dijumlahkan bertahun-tahun, semuanya habis.
Satu keputusan yang menyelamatkan sebagian
Di tengah semua itu, ada satu hal cerdas yang Sharon lakukan. Ia menyisihkan sebagian uang ke dalam bentuk simpanan terkunci untuk anak-anaknya, yang baru bisa mereka akses setelah dewasa. Bagian itu tidak ikut habis. Ironisnya, uang yang paling aman justru yang paling sulit ia sentuh — pelajaran tersendiri tentang bagaimana menjauhkan uang dari godaan pengeluaran sesaat.
Kenapa ini bisa terjadi
Kisah Sharon bukan tentang orang bodoh. Ia tentang sesuatu yang lebih universal: kebanyakan orang tidak pernah diajari mengelola kekayaan besar, karena kebanyakan orang tidak pernah memilikinya. Menang lotre memberi seseorang uang seorang jutawan, tapi tidak memberi kebiasaan dan pengetahuan seorang jutawan. Tanpa itu, jumlah sebesar apa pun hanya soal waktu sampai habis.
Para peneliti bahkan punya istilah untuk pola yang terus berulang ini. Sebagian besar pemenang lotre besar mengalami penurunan kekayaan drastis dalam beberapa tahun, bukan karena sial, melainkan karena pengeluaran naik lebih cepat daripada kemampuan mengelola.
Pelajaran yang bisa dibawa siapa saja
Yang menarik, pelajaran dari Sharon berlaku bahkan untuk kita yang tidak akan pernah menang lotre. Bukan besarnya uang yang menentukan, melainkan kebiasaan mengelolanya. Uang yang datang tanpa perubahan kebiasaan akan pergi dengan cara yang sama. Sebaliknya, kebiasaan baik membuat jumlah kecil pun bisa tumbuh.
Sharon sendiri, dalam wawancara bertahun kemudian, mengaku tidak menyesali semua — ia belajar banyak, dan anak-anaknya tetap punya bekal. Tapi ia jujur soal satu hal: seandainya bisa mengulang, ia akan jauh lebih pelan dalam membelanjakan, dan jauh lebih cepat dalam belajar.